Panen melimpah adalah sebuah pencapaian besar. Namun, perjuangan seorang petani bawang merah belum selesai di situ. Tahap selanjutnya, yaitu pasca panen bawang merah, adalah momen krusial yang menentukan seberapa besar keuntungan yang akan masuk ke kantong.
Apa gunanya panen berton-ton jika bobotnya menyusut drastis atau banyak umbi yang membusuk saat disimpan?
Jangan sampai kerja keras berbulan-bulan hilang begitu saja. Tokobestari akan membagikan panduan lengkap penanganan pasca panen agar bawang merah awet, tidak mudah busuk, dan memiliki nilai jual yang tinggi.
Teknik Penjemuran (Pengeringan) yang Benar

Tujuan utama pengeringan adalah untuk mengurangi kadar air dalam umbi dan “menyembuhkan” bagian leher umbi. Leher umbi yang kering dan tertutup rapat adalah gerbang pertahanan pertama untuk mencegah masuknya bakteri dan jamur penyebab busuk.
Langkah-langkah pengeringan yang ideal:
- Pelayuan Awal: Setelah dicabut, jangan langsung memotong daunnya. Jemur bawang merah beserta daunnya selama 2-3 hari. Proses ini membantu nutrisi yang tersisa di daun untuk masuk ke dalam umbi.
- Gunakan Alas atau Para-para: Jangan menjemur bawang langsung di atas tanah. Gunakan alas terpal atau, lebih baik lagi, rak penjemuran dari bambu (para-para) untuk sirkulasi udara yang maksimal dari atas dan bawah.
- Pemotongan Daun: Setelah layu, potong daun dan sisakan sekitar 2-3 cm pada pangkal umbi.
- Pengeringan Lanjutan: Jemur kembali umbi selama 7-10 hari atau hingga kulit terluarnya kering “kemeresek” saat dipegang dan lapisan kulit dalam berwarna merah cerah.
- Hindari Matahari Terik: Jangan menjemur di bawah matahari yang terlalu terik (misalnya jam 12 siang), karena bisa membuat umbi “terbakar” dan rusak.
Cara Penyimpanan Terbaik untuk Menekan Susut Bobot Umbi Bawang Merah
Setelah umbi benar-benar kering, langkah selanjutnya adalah cara menyimpan bawang merah dengan benar. Kesalahan dalam penyimpanan adalah penyebab utama susut bobot dan pembusukan.
Prinsip utama penyimpanan: Kering, Sejuk, dan Sirkulasi Udara Lancar.
Tips Praktis Penyimpanan:
- Gunakan Rak Bertingkat: Simpan bawang di rak-rak penyimpanan yang memiliki celah agar udara bisa bergerak bebas. Jangan menumpuk bawang langsung di lantai.
- Ketebalan Tumpukan: Usahakan ketebalan tumpukan bawang tidak lebih dari 20-30 cm untuk menghindari panas dan kelembaban di bagian tengah.
- Ventilasi Gudang: Pastikan gudang penyimpanan memiliki ventilasi yang baik untuk mengeluarkan udara lembab.
- Sortir Rutin: Lakukan pemeriksaan dan sortir secara berkala. Segera buang umbi yang menunjukkan tanda-tanda pembusukan agar tidak menular ke umbi yang lain.
Peran Nutrisi Seimbang Selama Masa Tanam untuk Daya Simpan
Tahukah Anda? Daya simpan bawang merah tidak hanya ditentukan oleh cara penjemuran dan penyimpanan. Kualitasnya sudah mulai terbentuk jauh sebelum panen, yaitu dari nutrisi yang diterima tanaman selama masa pertumbuhan.
Tanaman yang sehat dan tercukupi nutrisinya akan menghasilkan umbi yang lebih berkualitas, padat, dan memiliki “pertahanan” alami yang lebih kuat. Umbi yang kopong atau kekurangan nutrisi tertentu akan lebih rentan terhadap kerusakan dan pembusukan.
Investasi Terbaik untuk Daya Simpan: Forbest & Ritrina
Inilah rahasia yang sering dilupakan banyak orang. Memberikan nutrisi yang tepat selama fase pertumbuhan adalah investasi terbaik untuk kualitas pasca panen.
- Forbest: Rahasia Umbi Padat & Anti-Busuk Umbi yang padat dan keras adalah kunci agar bawang merah awet. Kepadatan ini dibentuk oleh Kalsium yang memperkuat dinding sel. Tanaman yang tercukupi Kalsiumnya akan menghasilkan umbi yang tidak mudah memar, tidak gampang busuk, dan bobotnya tidak mudah menyusut. Forbest Calcium Active dengan kandungan Kalsium 90% adalah jaminan untuk membangun “rangka” umbi yang kokoh dan tahan lama.
- Ritrina: Kunci Umbi Berkualitas & Matang Sempurna Sebuah umbi yang “matang” secara fisiologis akan memiliki kulit yang lebih kuat dan daya simpan lebih baik. Pupuk Mikro Ritrina memastikan proses ini berjalan sempurna. Kandungan mikronutrisi lengkap seperti Boron dan Zinc menjamin semua energi dan nutrisi dari daun terkirim sempurna ke umbi, menghasilkan umbi yang “jadi” seutuhnya, tidak hanya besar tapi juga berkualitas.
Penanganan pasca panen bawang merah yang sukses adalah kombinasi dari dua hal: teknik pengeringan dan penyimpanan yang benar, serta nutrisi yang unggul selama masa tanam.
Dengan menerapkan praktik pasca panen yang baik dan didukung oleh fondasi tanaman yang kuat berkat Forbest dan Ritrina, Anda tidak hanya berhasil memanen, tetapi juga berhasil mengamankan keuntungan Anda hingga ke tangan pembeli.
Tentu saja, semua ini berawal dari panduan pemupukan bawang merah yang baik dari awal tanam. Rencanakan kesuksesan panen Anda dari hulu hingga hilir bersama Tokobestari!





